VIDEO TERBARU

Sabtu, 27 Juli 2013

Data yang Diunggah ke Dapodik Harus Lengkap, Wajar, dan Benar

Jakarta (Dikdas): Tidak tercantumnya nama guru dalam Data Pokok Pendidikan, salah satunya, disebabkan pengisian instrumen data oleh operator sekolah tidak lengkap. Hal demikian diutarakan Supriyatno, S.Pd., M.A, Kepala Sub Bagian Data dan Informasi, Bagian Perencanaan dan Penganggaran, Sekretariat Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, menanggapi keluhan sejumlah guru yang namanya belum tercantum dalam Dapodik sehingga khawatir tidak dapat tunjangan.
 
Seharusnya data yang dimasukkan dalam aplikasi Dapodik lengkap. Jangan sampai ada variabel yang kosong dan terlewat diisi. Jika ada satu saja variabel tak diisi, maka data secara keseluruhan tidak bisa diolah. “Misalnya saya mengajar, tapi rombongan belajarnya (rombel) tidak diisi, bagaimana bukti mengajarnya?” ucapnya.
 
Data Pokok Pendidikan merupakan program pendataan yang digalang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk menjaring tiga entitas data pokok pendidikan di seluruh Indonesia secara individual dan relasional. Tiga entitas data tersebut yaitu peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan (PTK), dan satuan pendidikan. Penjaringan dilakukan secara daring (dalam jaringan—online). Instrumen pendataan pun dapat diunduh dari laman Dapodik.  
 
Secara teknis, kepala sekolah mengumpulkan instrumen pendataan terkait siswa, guru, dan sekolah. Data tersebut kemudian diserahkan kepada operator yang bertugas mengunggah data ke sistem Dapodik. “Sistemnya bukan individu guru yang mengisi, tapi operator sekolah. Karena yang punya akses, kan, operator,” jelas Supriyatno.
 
Dari mekanisme itu, Supriyatno menilai, tidak lengkapnya data yang diunggah ke sistem Dapodik merupakan tanggung jawab kepala sekolah. “Mereka tidak aware terhadap pentingnya data harus lengkap, wajar, dan benar,” tegasnya.
 
Ia mencontohkan pendataan Dapodik di Kebumen dan Indramayu. Tak ada komplain dari kedua kabupaten tersebut lantaran operator menjalankan tugasnya dengan benar. Maka ia berharap kepala sekolah memberi perhatian lebih kepada operator karena tugas mereka lumayan berat. “Sekolah-sekolah yang perhatian terhadap operatornya, operatornya bekerja dengan tenang. Semua variabel datanya dilengkapi. Mereka mulus saja,” ungkapnya.
 
Namun Supriyatno menggarisbawahi, aplikasi Dapodik tidak menentukan seorang guru mendapat tunjangan atau tidak, melainkan sekadar menyajikan data secara individual dan terelasi dengan sekolah dan rombongan belajar yang diemban/diampu. Dapodik sekadar bahan mentah yang digunakan Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar untuk menyalurkan tunjangan sesuai kriteria dan aturan yang telah ditentukan.
 
Hingga 11 April 2013 pukul 17.00 WIB, pendataan Dapodik telah berjalan 96,5 persen. Dari total 184.498 SD dan SMP di seluruh Indonesia, 178.049 sekolah telah memasukkan datanya dan sekolah yang belum terjaring berjumlah 6.449. Dua provinsi yaitu Kepulauan Bangka Belitung dan D.I. Yogyakarta telah 100 persen tuntas menjaring Dapodik.
 
Untuk mengejar ketuntasan pendataan dan meningkatkan kualitas Dapodik, Supriyatno mengerahkan 15 operator pendataan. “Kita banyak fasilitas layanan kepada sekolah agar mereka bisa memperbaiki data secara baik dan cepat,” tegasnya. Fasilitas tersebut di antaranya broadcast, telepon, jejaring sosial Facebook, surat elektronik (email), dan surat pos. Mereka pun siap melayani operator sekolah yang datang ke sekretariat Dapodik.    
 
Direktur Pembinaan PTK Dikdas Sumarna Surapranata, Ph.D mengatakan, data guru yang mendapatkan tunjangan diambil dari Dapodik. Selain itu, karena pendataan Dapodik belum mencapai 100 persen, maka pendataan dilakukan secara manual. “Yang kita gunakan secara total dengan Dapodik plus manual,” ucapnya.
 
Pengecekan secara manual dengan menghubungi operator sekolah melalui surat elektronik, pesan layanan singkat, atau surat pos. Pengecekan juga bisa melalui kepala sekolah dan dinas pendidikan setempat.* (Billy Antoro
 
(Dirjen Dikdas)

Senin, 22 Juli 2013

HUBUNGI KAMI

Email: sdnciteureup_03@yahoo.com
Facebook: https://www.facebook.com/SDNCiteureup3

GALERI

GALERI FOTO
GALERI VIDEO

ALUMNI

Tahun Pelajaran 2013-2014
Tahun Pelajaran 2012-2013
Tahun Pelajaran 2011-2012

PRESTASI SEKOLAH

PRESTASI SEKOLAH 2011
PRESTASI SEKOLAH 2012
PRESTASI SEKOLAH 2013

DAFTAR GURU


DAFTAR KEPALA DAN GURU



  Kepala Sekolah
DEDE RESKA SUHERMAN, S.Pd.
Status Pegawai : PNS 
Sertifikasi Profesi : Sudah
Lulusan Universitas Terbuka Jakarta



 
 Guru Mapel
IIN INAYAH, S.Ag.
Status Pegawai : PNS 
Sertifikasi Profesi : Sudah
Lulusan Institut Agama Islam Cipasung Tasikmalaya 



  
Guru Kelas
YAYA RUKBI, S.Pd.
Status Pegawai : PNS 
Sertifikasi Profesi : Sudah
Lulusan Universitas Pendidikan Bandung 
 


  
Guru Kelas
ADE SUBARJAH, S.S.,S.Pd.
Status Pegawai : PNS 
Sertifikasi Profesi : Sudah
Lulusan STIB Banten Raya
Lulusan Universitas Terbuka Jakarta

 

 
 
 Guru Kelas
SAI HARIYANTO, S.S.,S.Pd.
Status Pegawai : PNS 
Sertifikasi Profesi : Sudah
Lulusan STIB Banten Raya
Lulusan Universitas Terbuka Jakarta

 

 
 Guru Kelas
ASKAWI, S.Pd.
Status Pegawai : PNS 
Sertifikasi Profesi : Belum
Lulusan Universitas Terbuka Jakarta 

 

 
 Guru Kelas
NURAISAH, S.Pd.I.,S.Pd.
Status Pegawai : PPPK
Sertifikasi Profesi : Belum
STAI Banten
Lulusan Universitas Terbuka Jakarta
 
 
  
  Guru Kelas
ENDI SUTRISNA, S.Sos.,S.Pd.,Gr.
Status Pegawai : PPPK
Sertifikasi Profesi : Sudah
Lulusan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Banten
Lulusan Universitas Terbuka Jakarta
Lulusan Universitas Negeri Semarang
 



 
    Staf
ATI SULASTRI
Status Pegawai : TKS
Sertifikasi Profesi :Belum



RIWAYAT KEPALA SEKOLAH


1. Naim, S.S. (2001-2007)

2. Adung, S.Pd. (2007-2013) 

3. Sumar (2013-2014)

 4. Ahim, S.Pd.SD. (2014-2022) 


5. Dede Reska Suherman, S.Pd.SD. (2022-2023)

6. Mu'min (2023-Sekarang)

 

***

DATA SISWA

PROFIL

Sabtu, 20 Juli 2013

Teknis Pengaturan Jam Mengajar Tingkat Sekolah Dasar



Untuk memecahkan masalah JJM, JJM KTSP dan JJM Linear, berikut adalah jumlah jam mengajar yang seharusnya:
Kelas 1: 26+4=30 jangan lebih dari jumlah tersebut.
Kelas 2: 27+4=31 jangan lebih dari jumlah tersebut.
Kelas 3: 28+4=32 jangan lebih dari jumlah tersebut.
Kelas 4,5, dan 6: 32+4=36 jangan lebih dari jumlah tersebut.


Data Peserta Didik Aktif Tahun 2012/2013



Data Peserta Didik








No
Nama
Jenis Kelamin
NIS

Kelas
Alamat
Kecamatan
Kabupaten/Kota
Bln Lahir
Thn Lahir
1
Ahdi
Laki-laki
1776

1
Kp. Handeuleum
Panimbang
Kabupaten Pandeglang
2
2005
2
Aip
Laki-laki
1766

1
Kp. Handeuleum
Panimbang
Kabupaten Pandeglang
8
2007
3
Aril Irawan
Laki-laki
1769

1
Kp. Handeuleum
Panimbang
Kabupaten Pandeglang
10
2006
4
Cahyanah
Perempuan
1747

1
Kp. Pasirkadu
Panimbang
Kabupaten Pandeglang
7
2006
5
Epon
Perempuan
1773

1
Kp. Pasirkadu
Panimbang
Kabupaten Pandeglang
3
2007

Jumat, 19 Juli 2013

SITUS PENTING BAGI SEKOLAH DASAR




Info PTK
http://223.27.144.195:8082/info.php
Tunjangan Guru
http://223.27.144.195:8000/
NISN
http://nisn.data.kemdiknas.go.id/page/home
Info Pendataan
http://infopendataan.dikdas.kemdikbud.go.id/
Bos Online
http://bos.kemdikbud.go.id/
Verifikasi NUPTK
http://padamu.siap.web.id/
Jaringan Pendidikan http://jardiknas.kemdiknas.go.id/

Kamis, 04 Juli 2013

Data Rombongan Belajar (Rombel)


Data Rombongan Belajar (Rombel)




No
Nama Rombel
Tingkat
Jumlah Siswa
Laki-laki
Jumlah Siswa Perempuan
Total
Wali Kelas

1
Kelas 4
4
26
18
44
Askawi

2
Kelas 3
3
26
34
60
Hapidin

3
Kelas 6
6
14
32
46
Ade Subarjah

4
Kelas 2
2
14
20
34
Sai Hariyanto

5
Kelas 5
5
34
31
65
Endi Sutrisna

6
Kelas 1
1
18
12
30
Nuraisah